Cepat pasang nya, lama dipakainya…(part 2)

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD 

Hai moms….

Pasca saya menuliskan tentang alat kontrasepsi kemarin, saya menerima beberapa pertanyaan terkait alat kontrasepsi yang saya pakai. Saya memakai AKDR, yang lebih dikenal sebagai IUD (Intrauterine Device) atau biasa disebut sebagai spiral,-merujuk pada bentuk IUD generasi awal-. 

IUD adalah alat kecil yang dipasang dalam rahim.  Bentuknya yang sekarang menyerupai huruf T, terbuat dari rangka plastik yang lentur, ada bagian yang dililit tembaga, dan ada benang di ujung.

Cara kerja utama adalah mencegah masuknya spermatozoa ke dalam saluran tuba (mencegah sperma bertemu sel telur). 

Namun sebenarnya ada banyak keuntungan menggunakan alat kontrasepsi IUD lho moms, diantaranya :

1. Tidak menghambat produksi ASI

2. Dapat dipasang segera setelah persalinan atau sesudah keguguran jika tidak terjadi infeksi 

3. Dapat dipakai pada ibu berusia lebih    dari 35 tahun

4. Dapat dipakai pada ibu dengan                  tekanan darah tinggi dan perokok berat 

5. Jangka waktu pemakaian lama, antara     5-8 tahun dan dapat dipakai sampai           menopause 

6. Efek sampingnya sangat kecil
Adapun efek samping pemakaian Iud

~setelah pemasangan~

1. Nyeri di pinggul dan mules selama beberapa hari 

2. Spotting/flek dalam beberapa minggu 

Note: Selama saya memekai IUD, alhamdulillah saya tidak pernah mengalami efek samping setelah pemasangan 😉

~efek samping pada umumnya~

1. Haid lebih banyak dan lebih lama

2. Bercak/flek/spotting diantara masa haid

3. Nyeri saat menstruasi /haid

Note: untuk efek samping ini alhamdulillah saya beberapa kali mengalami tapi sangat jarang (sepertinya saat terlalu capek dan banyak stresss, saya mengalami efek samping yang ini)

Bentuk IUD yang sekarang berbeda dengan yang dulu lho moms yang berbentuk spiral. Sekarang lebih menyerupai huruf T. adalah bentuk IUD program pemerintah, tersedia di Puskesmas (di wilayah keagungan gratis dengan menunjukkan KTP aja ya moms…😊😊😊

Katanya IUD mengganggu ‘hubungan suami istri ‘? Alhamdulillah kami tidak terganggu, buktinya suami saya tidak ada keluhan kok moms selama 4 tahun saya memakainya. Sebenarnya sebelum menuju rahim (tempat IUD dipasang) ada Liang senggama yang fleksibel. Kalaupun terasa tersenggol, itu kemungkinan adalah benang IUD, yang teksturnya halus dan tidak melukai.

Note: untuk adaptasi/penyesuaian di masa awal pemasangan, bisa dipakai kondom ketika ‘berhubungan’ sampai dirasa nyaman dan terbiasa. Karena percayalah, kepuasan saat ‘making love/bercinta’ sebagian besar adalah perkara psikologis 😉

TAMBAHAN 

Untuk yang berniat pasang IUD, bisa pasang pada hari terakhir menstruasi atau persis setelah menstruasi berakhir karena pada saat itu posisi mulut rahim masih membuka sehingga memudahkan pemasangan 😉 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: